Mungkin anda semua pernah mendegar nama Kangen band, Angkasa Band, Afgan? Dan band-band baru lainnya (ampe saya sndiri ga' apal smua nama band nya)?
yah, bisa dibilang perkembangan musik indonesia sangat cepat.... lihat aja, tahun ini saja, sudah banyak band-band baru yang muncul..... tapi pertanyaannya, apakah band-band yg tergolong n00b di dunia musik Indonesia ini akan bertahan? Apakah mereka dapat bersaing dengan band2 yang sudah lama eksis di dunia permusikan Indonesia?
Dilihat dari potensinya, saya sudah bisa memprediksikan band apa aja yang bakal bertahan dan terus eksis di indo.... RAN, ANDRA and THE BACKBONE menurut saya bakal bertahan. Knapa? Well, pertama karena jenis musik mereka cukup populer di kalangan remaja. Yang kedua, mereka cukup berbakat utk kategori band newbie, dan yang terakhir mereka mempunyai koneksi yg cukup kuat. Yakni berupa Milis.
Yah, itu menurut saya. Kira2 menurut anda, Band apa yg bakal bertahan dan mengapa?
Translations delivered by vBET Translator 3.3.6
Powered by vBulletin® Version 3.6.8
Copyright ©2000 - 2010, Jelsoft Enterprises Ltd.
SEO by vBSEO 3.5.2
indonesiaindonesia.com bertujuan mempertemukan dan menyatukan semua orang indonesia dalam satu tempat, dalam satu waktu
menyambung silsilah setiap orang indonesia, sekaligus menjadi sumber informasi berbahasa indonesia terbesar di internet dalam forum
Perkembangan Musik Indonesia
LinkBack
LinkBack URL LinkBack URL
About LinkBacks About LinkBacks
__________________
Mata butuh sinar untuk melihat, Pikiran butuh ide untuk menangkap makna.
Laman
The Indonesian Handycrafts
KerajinanTangan dot COM, The Indonesian Handycrafts
Anda memberi ini +1 secara publik. Urungkan
KerajinanTangan dot COM - Keramik Kayu / Bambu Clay handycrafts, kerajinan, kerajinan tangan, tembikar.
Kamis, 16 Desember 2010
Selasa, 07 Desember 2010
Wawasan Seni
Berita / Wawasan Seni
Between Techniques and Instinctive Framing: 9 Windu Jeihan
Jumat, 25 Desember 2009 15:26:48
Maestro perupa Indonesia yang dianggap menjadi tonggak meluncurnya boom seni rupa Indonesia tahun 1990-an, Jeihan Sukmantoro (72) akan memamerkan karya-karya terbaru pada 27 Desember 2009 sampai 17 Januari 2010 di Bentara Budaya Bali, Jalan Prof IB Mantra, Bypass Ketewel, Gianyar, Bali. Jeihan akan memamerkan lebih dari 50 lukisan terbaru yang menunjukkan kematangan teknik serta pencapaian spiritual yang unik. (841 klik)
Putusnya Rantai Sejarah Budaya
Senin, 16 Maret 2009 12:16:58
Lalu kenapa, masyarakat yang tadinya dianggap memiliki tradisi yang kuat, kemudian disebut memutus rantai sejarah ? Ahli sejarah adalah penulis juga, manusia juga, yang bisa mengaburkan fakta, memerjelas atau memertajamnya. Salah satu akibat kekaburan sejarah dan budaya, generasi selanjutnya tentu akan terbata-bata, ilusif, bahkan bisa sangat imajinatif, dalam menggambarkan sosok kultur itu. Seorang pengarang/penulis sejarah, sebenarnya mirip dengan seorang pelukis dalam menggambarkan sesuatu. Jika penulis, memainkan kata-kata untuk mengungkapkan fakta, peristiwa atau fantasi fakta. Maka seorang pelukis, menggunakan unsur bentuk, warna, garis, dan tekstur; atau menyusunnya menjadi sebuah rekaman peristiwa, ilusi fakta atau imajinasinya. Kedua jenis stimuli itu (baik verbal/tulisan maupun visual/rupa) mempunyai fungsi yang sama, yaitu membentuk imaji-imaji kepada publik atau komunitasnya.Gambaran-gambaran itu kemudian ditafsirkan, dimaknai. Tidak jarang (sering terjadi), dalam memaknai gambaran itu, justru membuatnya tergelincir ke dalam sebuah diskrepansi makna. Dalam sebuah lukisan, ketidakcocokan makna itu terjadi jika ikon yang dipakai, tidak mewakili referensinya. Yang menjadi pertanyaan tepatkah para ilusionis itu menggunakan ikon-ikon itu untuk sebuah gambaran ? (1775 klik)
Bentuk, Kreativitas dan Penjelajahan Kemungkinan
Kamis, 15 Januari 2009 16:23:58
Tak seperti seni lukis pertumbuhan dan perkembangan seni patung di Indonesia berjalan lamban ditandai minimnya frekwensi pameran, proses pengerjaan yang memakan waktu, terbatasnya ruang/tempat bekerja, bahan dan alat, hingga berpengaruh terhadap terbatasnya karya yang dihasilkan. Namun seni patung dengan jumlah seniman yang bisa dihitung dengan jari tersebut ternyata masih tetap berkarya, pameran dan berkarya lagi bahkan banyak pengamat menilai seni patung Indonesia sejak era tradisional hingga kini tetap menggeliat. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir karya-karya patung menjadi incaran kolektor, galeri dan museum. (2572 klik)
Realis Minimalis Menjadi Trend Karya Pelukis Muda
Selasa, 22 Juli 2008 09:30:36
Kecenderungan penggayaan/style yang berubah-ubah dalam seni lukis Sumatera Barat dalam beberapa tahun terakhir terutama bagi kalangan pelukis muda adalah sebuah dinamika dalam berkesenian – terutama seni rupa – untuk mencari idiom-idiom baru kerja lukis-melukis. Lantas apa yang sedang mereka cari? Jati dirikah, eksistensi atau konsekwensi pelukis ditengah derasnya persoalan global berkesenian. Inilah yang ingin kita cari tahu. (3681 klik)
Typography-Pendahuluan
Senin, 17 Maret 2008 20:28:59
Sejarah huruf, sama tuanya dengan peradaban manusia itu sendiri, sejak manusia mengenal bentuk visual untuk berkomunikasi dan merekam peristiwa, sejak itulah sejarah huruf mulai ada–meski saat itu belum dikatakan sebagai huruf, aksara atau alphabet sekalipun. Lalu orang-orang berbakat mengembangkan seni bentuk tulisan itu —seperti orang berbakat lain mengembangan seni lukis, patung, bangunan dan ilmu pasti lain, hingga sekarang cabang seni yang berkecimpung di bidang gambar huruf dan elemennya dikenal dengan Typography. Tipografi –berasal dari kata Yunani typos = bentuk dan grapho = menulis. (2472 klik)
Beowulf: Pahlawan Animasi Senyata Manusia Asli
Sabtu, 17 Nopember 2007 17:29:30
'Beowulf' merupakan sebuah puisi asal Inggris yang penulisnya hingga kini tak diketahui. Puisi tersebut ditemukan tahun 700 sebelum Masehi. (2689 klik)
Raden Saleh, Seniman dan Bangsawan
Minggu, 13 Mei 2007 12:48:20
Sosok Raden Saleh tidak asing lagi dikenal kalangan penduduk negeri ini. Seorang Raden Saleh semasa hidupnya dianggap sebagai salah seorang manusia yang ikut merintis lahirnya seni lukis modern Indonesia. Nyaris, sepertiga dari umur pelukis kelahiran Terboyo dekat Semarang ini dihabiskannya dengan merantau, belajar dan berkarya di luar negeri, antara lain di Negeri Belanda, Jerman , Austria , Italia dan Perancis. Karyanya dihargai oleh pelukis-pelukis terkenal maupun penguasa-penguasa negara-negara tersebut. (9666 klik)
Bernilainya Seni
Jumat, 11 Mei 2007 11:31:53
Seni yang sering kita lihat merupakan sebuah karya yang memiliki nilai estetis. Tetapi sebagai seorang yang merasa paham dengan seni apakah kita tahu seni itu sebuah hal yang hanya sebatas pada keestetisan saja. (3322 klik)
Seniman Antara Idealisme dan Pasar
Senin, 07 Mei 2007 18:23:09
Sebagian lain tidak berani mematok harga sendiri. Dan sebagian lain malah cendrung menarik diri, amat sensitif dan mencurigai pihak-pihak yang ingin mempublikasikan dan memasarkan karyanya. (2690 klik)
Kritikus Seni Rupa Jembatan Masyarakat?
Jumat, 27 April 2007 17:01:14
Masyarakat yang menjadi sasaran dalam hal ini, tentu masyarakat umum yang relatif awam terhadap seni. Karena jika yang dimaksud adalah komunitas seni rupa, mereka pada intinya relatif sudah memiliki apresisasi. Dengan asumsi ini, tentu tulisan kritikus seni rupa lebih ditujukan pada masyarakat umum. Bukan sebaliknya. (5531 klik)
Komitmen Membangun “Ruang Publik Seni” di Sumbar
Kamis, 26 April 2007 17:29:40
Sering timbul pertanyaan, adakah ruang publik seni di daerah ini menjadi perhatian dan kesadaran kita semua yang tetap bersinergi dengan persoalan nilai kultural dan menghargainya sebagai lingkungan kehidupan bersama ? Inilah yang perlu dicarikan jawabannya ditengah-tengah gencarnya Sumatera Barat membangun saat ini. (2021 klik)
Mengapa Membuat Kritik Seni Rupa
Senin, 23 April 2007 21:17:45
Sudah begitu banyak pengertian mendasar tentang kritik, atau yang khusus tentang kritik seni rupa, yang beredar dalam ruang-ruang pewacanaan kita. Dalam buku Criticizing Art, Understanding Contemporary (1994) sebagai misal, Terry Michael Barret dengan cukup komplit membuat bunga rampai dari sekian banyak pengamat dan kritikus dengan definisi, fungsi, target, manfaat, dan lainnya dari keberadaan kritik seni. (3965 klik)
Apa Kabar Pelukis Bukittinggi ?
Kamis, 19 April 2007 20:00:34
Bila menyebut soal pelukis Bukittinggi, sudah lazim terdengar istilah pelukis beludru, pelukis jam gadang, pelukis panorama atau pun pelukis janjang ampek puluah. Secara spontan istilah ini tidak hanya terdengar di lingkungan masayarakat umum, tetapi juga pada umumnya di kalangan komunitas dan pemerhati seni lukis Sumatera Barat sendiri. Tetapi sudahkah itu merupakan wajah keseluruhan dari pelaku seni lukis Bukittinggi? (985 klik)
Potret Kebudayaan dalam karya Seni Rupa
Senin, 05 Maret 2007 18:11:31
Seni adalah ungkapan perasaan, demikianlah pernyataan yang sering kita dengar tentang seni. Jika kita renungkan, sesungguhnya ungkapan tersebut memiliki kebenaran. Karena seni itu sendiri memang merupakan ungkapan dari pengalaman-pengalaman bathin. (10564 klik)
Banjir Galeri di Bukittinggi
Sabtu, 24 Februari 2007 10:13:09
Sudah lazim terdengar bahwa masa depan dunia seni lukis di Sumatera Barat belum menjanjikan. Setidaknya pendapat ini muncul dari masyarakat Sumatera Barat sendiri. Anggapan demikian tentu saja bukan tanpa alasan. Sering dikatakan bahwa karya seni (lukisan) merupakan kebutuhan lux yang hanya ... (963 klik)
Galeri Simbol Kota
Selasa, 31 Oktober 2006 12:58:34
Akhirnya sebuah galeri kembali hadir. Jogja Gallery labelnya. Kehadirannya seperti mengisi kesadaran psikologis atas Yogyakarta yang menabalkan diri sebagai kota seni budaya. Gedung tua yang telah berdiri sejak 1929 di ujung timur laut alun-alun utara Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu, kini nampa ... (972 klik)
Kosongnya Wajah-wajah Kolektif Kita
Senin, 02 Oktober 2006 08:41:38
Menyaksikan karya-karya Laksmi, bagi saya, adalah menyaksikan tiga hal besar yang mengerumuni dan saling berintegrasi satu sama lain. Pertama, bagaimana ihwal tubuh dikelola begitu rupa dalam kerangka estetik untuk melihat tubuh dalam ... (680 klik)
Kenapa Harus Ada Kurator Seni Rupa?
Senin, 02 Oktober 2006 08:39:50
Dalam lembaran buku kesan dan pesan pameran seni rupa Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) beberapa waktu lalu, seorang perupa yang bergelar S.Sn (sarjana seni) menuliskan komentarnya: “Banyak karya-karya berkualitas dan indah. Juga ada beberapa karya yang menyentak penglihatan saya. Walau tema ditentukan nyatanya karya-karya yang dipamerkan bervariatif. Salut deh buat rekan-rekan yang terlibat dalam kepanitian ini, juga buat para penyeleksi karya-karya yang masuk (tim seleksi). Saya seakan digiring ke dalam sebuah pameran Philip Morris atau Indofood Art Award. Kalau boleh saya usul, tidak usah pakai kuratorial”. (1205 klik)
Wakidi, Ngarai Sianok dan Kondisi Kekinian
Rabu, 12 Juli 2006 12:08:55
Membicarakan kepelukisan Wakidi (1889-1979) dan karya-karyanya memang tak akan habis-habisnya untuk didiskusikan, dibicarakan bahkan untuk diperdebatkan. Mengingat karya-karya tokoh “Mooi Indie” asal Semarang, Jawa Tengah, kelahiran Plaju Sumatera Selatan ini di era Persagi (Persatuan Ah ... (3609 klik)
Amir Syarif Masih Setia Menekuni Dunia Seni Lukis
Jumat, 23 Juni 2006 14:51:49
Di awal tahun 2004 lalu pelukis Amir Syarif kelahiran Lubuk Basung, Sumatera Barat, 24 Juni 1939 bertandang ke galeri teman sejawatnya Amri Yahya di Gampingan, Yogyakarta. Saat bertemu Amir Syarif, Amri Yahya pelukis kaligrafi yang juga terkenal dengan lukisan-lukisan batiknya sampai ke mancanegar ... (1177 klik
Between Techniques and Instinctive Framing: 9 Windu Jeihan
Jumat, 25 Desember 2009 15:26:48
Maestro perupa Indonesia yang dianggap menjadi tonggak meluncurnya boom seni rupa Indonesia tahun 1990-an, Jeihan Sukmantoro (72) akan memamerkan karya-karya terbaru pada 27 Desember 2009 sampai 17 Januari 2010 di Bentara Budaya Bali, Jalan Prof IB Mantra, Bypass Ketewel, Gianyar, Bali. Jeihan akan memamerkan lebih dari 50 lukisan terbaru yang menunjukkan kematangan teknik serta pencapaian spiritual yang unik. (841 klik)
Putusnya Rantai Sejarah Budaya
Senin, 16 Maret 2009 12:16:58
Lalu kenapa, masyarakat yang tadinya dianggap memiliki tradisi yang kuat, kemudian disebut memutus rantai sejarah ? Ahli sejarah adalah penulis juga, manusia juga, yang bisa mengaburkan fakta, memerjelas atau memertajamnya. Salah satu akibat kekaburan sejarah dan budaya, generasi selanjutnya tentu akan terbata-bata, ilusif, bahkan bisa sangat imajinatif, dalam menggambarkan sosok kultur itu. Seorang pengarang/penulis sejarah, sebenarnya mirip dengan seorang pelukis dalam menggambarkan sesuatu. Jika penulis, memainkan kata-kata untuk mengungkapkan fakta, peristiwa atau fantasi fakta. Maka seorang pelukis, menggunakan unsur bentuk, warna, garis, dan tekstur; atau menyusunnya menjadi sebuah rekaman peristiwa, ilusi fakta atau imajinasinya. Kedua jenis stimuli itu (baik verbal/tulisan maupun visual/rupa) mempunyai fungsi yang sama, yaitu membentuk imaji-imaji kepada publik atau komunitasnya.Gambaran-gambaran itu kemudian ditafsirkan, dimaknai. Tidak jarang (sering terjadi), dalam memaknai gambaran itu, justru membuatnya tergelincir ke dalam sebuah diskrepansi makna. Dalam sebuah lukisan, ketidakcocokan makna itu terjadi jika ikon yang dipakai, tidak mewakili referensinya. Yang menjadi pertanyaan tepatkah para ilusionis itu menggunakan ikon-ikon itu untuk sebuah gambaran ? (1775 klik)
Bentuk, Kreativitas dan Penjelajahan Kemungkinan
Kamis, 15 Januari 2009 16:23:58
Tak seperti seni lukis pertumbuhan dan perkembangan seni patung di Indonesia berjalan lamban ditandai minimnya frekwensi pameran, proses pengerjaan yang memakan waktu, terbatasnya ruang/tempat bekerja, bahan dan alat, hingga berpengaruh terhadap terbatasnya karya yang dihasilkan. Namun seni patung dengan jumlah seniman yang bisa dihitung dengan jari tersebut ternyata masih tetap berkarya, pameran dan berkarya lagi bahkan banyak pengamat menilai seni patung Indonesia sejak era tradisional hingga kini tetap menggeliat. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir karya-karya patung menjadi incaran kolektor, galeri dan museum. (2572 klik)
Realis Minimalis Menjadi Trend Karya Pelukis Muda
Selasa, 22 Juli 2008 09:30:36
Kecenderungan penggayaan/style yang berubah-ubah dalam seni lukis Sumatera Barat dalam beberapa tahun terakhir terutama bagi kalangan pelukis muda adalah sebuah dinamika dalam berkesenian – terutama seni rupa – untuk mencari idiom-idiom baru kerja lukis-melukis. Lantas apa yang sedang mereka cari? Jati dirikah, eksistensi atau konsekwensi pelukis ditengah derasnya persoalan global berkesenian. Inilah yang ingin kita cari tahu. (3681 klik)
Typography-Pendahuluan
Senin, 17 Maret 2008 20:28:59
Sejarah huruf, sama tuanya dengan peradaban manusia itu sendiri, sejak manusia mengenal bentuk visual untuk berkomunikasi dan merekam peristiwa, sejak itulah sejarah huruf mulai ada–meski saat itu belum dikatakan sebagai huruf, aksara atau alphabet sekalipun. Lalu orang-orang berbakat mengembangkan seni bentuk tulisan itu —seperti orang berbakat lain mengembangan seni lukis, patung, bangunan dan ilmu pasti lain, hingga sekarang cabang seni yang berkecimpung di bidang gambar huruf dan elemennya dikenal dengan Typography. Tipografi –berasal dari kata Yunani typos = bentuk dan grapho = menulis. (2472 klik)
Beowulf: Pahlawan Animasi Senyata Manusia Asli
Sabtu, 17 Nopember 2007 17:29:30
'Beowulf' merupakan sebuah puisi asal Inggris yang penulisnya hingga kini tak diketahui. Puisi tersebut ditemukan tahun 700 sebelum Masehi. (2689 klik)
Raden Saleh, Seniman dan Bangsawan
Minggu, 13 Mei 2007 12:48:20
Sosok Raden Saleh tidak asing lagi dikenal kalangan penduduk negeri ini. Seorang Raden Saleh semasa hidupnya dianggap sebagai salah seorang manusia yang ikut merintis lahirnya seni lukis modern Indonesia. Nyaris, sepertiga dari umur pelukis kelahiran Terboyo dekat Semarang ini dihabiskannya dengan merantau, belajar dan berkarya di luar negeri, antara lain di Negeri Belanda, Jerman , Austria , Italia dan Perancis. Karyanya dihargai oleh pelukis-pelukis terkenal maupun penguasa-penguasa negara-negara tersebut. (9666 klik)
Bernilainya Seni
Jumat, 11 Mei 2007 11:31:53
Seni yang sering kita lihat merupakan sebuah karya yang memiliki nilai estetis. Tetapi sebagai seorang yang merasa paham dengan seni apakah kita tahu seni itu sebuah hal yang hanya sebatas pada keestetisan saja. (3322 klik)
Seniman Antara Idealisme dan Pasar
Senin, 07 Mei 2007 18:23:09
Sebagian lain tidak berani mematok harga sendiri. Dan sebagian lain malah cendrung menarik diri, amat sensitif dan mencurigai pihak-pihak yang ingin mempublikasikan dan memasarkan karyanya. (2690 klik)
Kritikus Seni Rupa Jembatan Masyarakat?
Jumat, 27 April 2007 17:01:14
Masyarakat yang menjadi sasaran dalam hal ini, tentu masyarakat umum yang relatif awam terhadap seni. Karena jika yang dimaksud adalah komunitas seni rupa, mereka pada intinya relatif sudah memiliki apresisasi. Dengan asumsi ini, tentu tulisan kritikus seni rupa lebih ditujukan pada masyarakat umum. Bukan sebaliknya. (5531 klik)
Komitmen Membangun “Ruang Publik Seni” di Sumbar
Kamis, 26 April 2007 17:29:40
Sering timbul pertanyaan, adakah ruang publik seni di daerah ini menjadi perhatian dan kesadaran kita semua yang tetap bersinergi dengan persoalan nilai kultural dan menghargainya sebagai lingkungan kehidupan bersama ? Inilah yang perlu dicarikan jawabannya ditengah-tengah gencarnya Sumatera Barat membangun saat ini. (2021 klik)
Mengapa Membuat Kritik Seni Rupa
Senin, 23 April 2007 21:17:45
Sudah begitu banyak pengertian mendasar tentang kritik, atau yang khusus tentang kritik seni rupa, yang beredar dalam ruang-ruang pewacanaan kita. Dalam buku Criticizing Art, Understanding Contemporary (1994) sebagai misal, Terry Michael Barret dengan cukup komplit membuat bunga rampai dari sekian banyak pengamat dan kritikus dengan definisi, fungsi, target, manfaat, dan lainnya dari keberadaan kritik seni. (3965 klik)
Apa Kabar Pelukis Bukittinggi ?
Kamis, 19 April 2007 20:00:34
Bila menyebut soal pelukis Bukittinggi, sudah lazim terdengar istilah pelukis beludru, pelukis jam gadang, pelukis panorama atau pun pelukis janjang ampek puluah. Secara spontan istilah ini tidak hanya terdengar di lingkungan masayarakat umum, tetapi juga pada umumnya di kalangan komunitas dan pemerhati seni lukis Sumatera Barat sendiri. Tetapi sudahkah itu merupakan wajah keseluruhan dari pelaku seni lukis Bukittinggi? (985 klik)
Potret Kebudayaan dalam karya Seni Rupa
Senin, 05 Maret 2007 18:11:31
Seni adalah ungkapan perasaan, demikianlah pernyataan yang sering kita dengar tentang seni. Jika kita renungkan, sesungguhnya ungkapan tersebut memiliki kebenaran. Karena seni itu sendiri memang merupakan ungkapan dari pengalaman-pengalaman bathin. (10564 klik)
Banjir Galeri di Bukittinggi
Sabtu, 24 Februari 2007 10:13:09
Sudah lazim terdengar bahwa masa depan dunia seni lukis di Sumatera Barat belum menjanjikan. Setidaknya pendapat ini muncul dari masyarakat Sumatera Barat sendiri. Anggapan demikian tentu saja bukan tanpa alasan. Sering dikatakan bahwa karya seni (lukisan) merupakan kebutuhan lux yang hanya ... (963 klik)
Galeri Simbol Kota
Selasa, 31 Oktober 2006 12:58:34
Akhirnya sebuah galeri kembali hadir. Jogja Gallery labelnya. Kehadirannya seperti mengisi kesadaran psikologis atas Yogyakarta yang menabalkan diri sebagai kota seni budaya. Gedung tua yang telah berdiri sejak 1929 di ujung timur laut alun-alun utara Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu, kini nampa ... (972 klik)
Kosongnya Wajah-wajah Kolektif Kita
Senin, 02 Oktober 2006 08:41:38
Menyaksikan karya-karya Laksmi, bagi saya, adalah menyaksikan tiga hal besar yang mengerumuni dan saling berintegrasi satu sama lain. Pertama, bagaimana ihwal tubuh dikelola begitu rupa dalam kerangka estetik untuk melihat tubuh dalam ... (680 klik)
Kenapa Harus Ada Kurator Seni Rupa?
Senin, 02 Oktober 2006 08:39:50
Dalam lembaran buku kesan dan pesan pameran seni rupa Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) beberapa waktu lalu, seorang perupa yang bergelar S.Sn (sarjana seni) menuliskan komentarnya: “Banyak karya-karya berkualitas dan indah. Juga ada beberapa karya yang menyentak penglihatan saya. Walau tema ditentukan nyatanya karya-karya yang dipamerkan bervariatif. Salut deh buat rekan-rekan yang terlibat dalam kepanitian ini, juga buat para penyeleksi karya-karya yang masuk (tim seleksi). Saya seakan digiring ke dalam sebuah pameran Philip Morris atau Indofood Art Award. Kalau boleh saya usul, tidak usah pakai kuratorial”. (1205 klik)
Wakidi, Ngarai Sianok dan Kondisi Kekinian
Rabu, 12 Juli 2006 12:08:55
Membicarakan kepelukisan Wakidi (1889-1979) dan karya-karyanya memang tak akan habis-habisnya untuk didiskusikan, dibicarakan bahkan untuk diperdebatkan. Mengingat karya-karya tokoh “Mooi Indie” asal Semarang, Jawa Tengah, kelahiran Plaju Sumatera Selatan ini di era Persagi (Persatuan Ah ... (3609 klik)
Amir Syarif Masih Setia Menekuni Dunia Seni Lukis
Jumat, 23 Juni 2006 14:51:49
Di awal tahun 2004 lalu pelukis Amir Syarif kelahiran Lubuk Basung, Sumatera Barat, 24 Juni 1939 bertandang ke galeri teman sejawatnya Amri Yahya di Gampingan, Yogyakarta. Saat bertemu Amir Syarif, Amri Yahya pelukis kaligrafi yang juga terkenal dengan lukisan-lukisan batiknya sampai ke mancanegar ... (1177 klik
Minggu, 05 Desember 2010
Tari Jawa Modern
Solidet, Tari Jawa Modern Kreasi SMAN 1 Kalisat
Posted By PASTINEWS.COM - Portal Berita Paling Pas On 19 May 2010. Under HEADLINE NEWS, Pendidikan Tags: jember, Pendidikan, solidet, tari
Reporter: Gangsar Widodo
JEMBER, PASTINEWS.COM – Acara Bedah Potensi Desa yang selalu digelar oleh Bupati Jember Ir. MZA Djalal memasuki babak akhir. Kali ini, diujung kegaiatan, dilaksanakan di Desa Sukoreno, Kecamatan Kalisat. Acara digelar, Rabu (19/5).
Dalam acara tersebut seperti biasa, Bupati didamping jajaran Muspida Plus, ditambah lagi para Kepala SKP se-Kab Jember, dan pengurus PKK baik daerah, maupun wilayah.
Disela-sela acara, sambil menunggu kedatangan bupati, beberapa acara sudah ditampilkan, seperti nyanyian yang dibawakan oleh kelompok musik lokal binaan Taufan dari Kecamatan Kalisat yang tampil begitu memukau.
Terlebih, saat menjelang Bupati tiba dilokasi, beberapa gadis cantik dari SMA Negeri 1 Kalisat menampilkan tarian yang enak ditonton. Ya, Tari Solidet, sebuah tari kreasi anak muda yang begitu memukau.
Tidak saja gemulai gerak anak-anak cantik nan rancak. Kostumnya pun cukup cantik. Kostum indah buatan Achmad Danial Mochtar, siswa kelas X, SMAN 1 Kalisat cukup membuat siapapun kagum.
Kepada pastinews.com, Retno, Pembina Kesenian SMAN 1 Kalisat mengatakan, bahwa anak-anaknya hanya butuh waktu 1 minggu untuk belajar menari hingga tampil memukau. Sementara kostumnya, juga didesain oleh siswa sendiri. Dia juga menjelaskan, kalau Danial itu merangkai sendiri, bakatnya diperoleh dari kedua orang tuanya, plus polasan dari JFC asuhan Dinand Fariz.
Danial mengatakan, kalau dirinya memang mendesain sendiri, dirinya belajar dari JFC, selain itu dirinya mencoba untuk selalu membuat kreasi, agar bakat yang dimilikinya semakin berkembang dan mantab.
“Ya pak, saya buat sendiri, selain ada bakat saya juga berlatih di JFC, saya akan terus berkreasi,” ujarnya optimis. [sar]
Copyright © 2010 www.pastinews.com All Rights Reserved.
Posted By PASTINEWS.COM - Portal Berita Paling Pas On 19 May 2010. Under HEADLINE NEWS, Pendidikan Tags: jember, Pendidikan, solidet, tari
Reporter: Gangsar Widodo
JEMBER, PASTINEWS.COM – Acara Bedah Potensi Desa yang selalu digelar oleh Bupati Jember Ir. MZA Djalal memasuki babak akhir. Kali ini, diujung kegaiatan, dilaksanakan di Desa Sukoreno, Kecamatan Kalisat. Acara digelar, Rabu (19/5).
Dalam acara tersebut seperti biasa, Bupati didamping jajaran Muspida Plus, ditambah lagi para Kepala SKP se-Kab Jember, dan pengurus PKK baik daerah, maupun wilayah.
Disela-sela acara, sambil menunggu kedatangan bupati, beberapa acara sudah ditampilkan, seperti nyanyian yang dibawakan oleh kelompok musik lokal binaan Taufan dari Kecamatan Kalisat yang tampil begitu memukau.
Terlebih, saat menjelang Bupati tiba dilokasi, beberapa gadis cantik dari SMA Negeri 1 Kalisat menampilkan tarian yang enak ditonton. Ya, Tari Solidet, sebuah tari kreasi anak muda yang begitu memukau.
Tidak saja gemulai gerak anak-anak cantik nan rancak. Kostumnya pun cukup cantik. Kostum indah buatan Achmad Danial Mochtar, siswa kelas X, SMAN 1 Kalisat cukup membuat siapapun kagum.
Kepada pastinews.com, Retno, Pembina Kesenian SMAN 1 Kalisat mengatakan, bahwa anak-anaknya hanya butuh waktu 1 minggu untuk belajar menari hingga tampil memukau. Sementara kostumnya, juga didesain oleh siswa sendiri. Dia juga menjelaskan, kalau Danial itu merangkai sendiri, bakatnya diperoleh dari kedua orang tuanya, plus polasan dari JFC asuhan Dinand Fariz.
Danial mengatakan, kalau dirinya memang mendesain sendiri, dirinya belajar dari JFC, selain itu dirinya mencoba untuk selalu membuat kreasi, agar bakat yang dimilikinya semakin berkembang dan mantab.
“Ya pak, saya buat sendiri, selain ada bakat saya juga berlatih di JFC, saya akan terus berkreasi,” ujarnya optimis. [sar]
Copyright © 2010 www.pastinews.com All Rights Reserved.
Langganan:
Komentar (Atom)